Polres Inhil Musnahkan 5 Kilogram Barang Bukti Sabu-sabu

Hukum  SENIN, 06 MEI 2019 , 12:00:00 WIB | LAPORAN: AZMI KHAIRUL

Polres Inhil Musnahkan 5 Kilogram Barang Bukti Sabu-sabu

Kapolres Inhil bersama Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti, Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Anton Martin, dan perwakilan Kejaksaan Negeri Inhil memblender barang bukti sabu-sabu dengan air keras saat pemusnahan.

RMOLRiau. Kepolisian Resor Indragiri Hilir (Polres Inhil) musnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 5 Kilogram ditingkat penyidikan Polres Inhil, Jumat (26/4) di halaman Mapolres Inhil.

Barang bukti 5 Kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tembilahan dari tiga pelaku M (36), ES (34) dan MI (20) di Pelabuhan Pelindo Tembilahan  pada awal April lalu. Ketiga pelaku tersebut juga dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti ini.

Hadir dalam pemusnahan narkotika sabu-sabu ini, Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti, Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra SIK MH, Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Anton Martin, Kalapas Kelas II Tembilahan Agus Pritiatno BC IP, Kepala Sat Pol PP Inhil TM Syaifulloh, perwakilan Kejaksaan Negeri Inhil, Pengadilan Negeri Tembilahan, Loka Pom Inhil, pihak pegadaian Tembilahan dan beberapa organisasi penggiat anti narkoba di Inhil.

Dalam Laporannya Kasat Narkoba Polres Inhil, AKP Bachtiar SH menyampaikan dari hasil penimbangan oleh PT Pegadaian Tembilahan berat barang bukti dua paket sabu-sabu yang amankan seberat 4.987,21 gram.

"Dari dua paket tersebut 100 gram disisihkan untuk sampel pengujian atau pemeriksaan secara laboratoris di laboratorium Forensik Polri Cabang Medan dan untuk barang bukti di persidangan Pengadilan Negeri Tembilahan," katanya.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra SIK MH mengatakan pihaknya akan melakukan proses penyidikan limpahan kasus dari KPPBC TMP C ini hingga tuntas.

Menurut Kapolres, Provinsi Riau khususnya Kabupaten Inhil merupakan pangsa pasar bagi pelaku narkoba, dari itu butuh kerjasama dan sinergitas semua pihak untuk mengungkap jaringan dan menangkap pelakunya.

Tidak hanya kepolisian atau Bea Cukai, siapa saja bisa menangkap pelaku narkoba, tetapi untuk proses penyidikannya harus diserahkan ke polisi,  dan pihaknya akan memproses dan mengawal sampai tuntas hingga pada tuntutan dan vonis bagi pelaku.

"Kalau maunya saya mereka dihukum mati saja, tetapi proses hukumnya tetap kita percayakan kepada pihak yang lebih dominan dalam hal ini Pengadilan Negeri," kata Kapolres.

AKBP Christian Rony juga mengatakan untuk menangkal masuknya jaringan narkotika ke Kabupaten Inhil, Sebagai Kapolres ia telah memerintahkan kepada Kasat Narkoba dan jajaran serta para Kapolsek di 20 Kecamatan untuk terus memantau pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Inhil ini.

Senada dengan Kapolres Inhil, Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Anton Martin juga mengatakan bahwa Inhil merupakan daerah rawan narkoba, dengan banyaknya pintu-pintu masuk melalui pelabuhan tikus, sehingga butuh kerjasama semua pihak agar Inhil tidak menjadi daerah darurat narkoba.

"Kalau ada informasi, sampaikan kepada aparat berwenang, kita semua sepakat perang terhadap narkoba," ajak Anton.

Sebelum dilakukan pemusnahan, dilakukan uji tes sampel terhadap barang bukti dengan alat yang sudah di siapkan dan dinyatakan barang bukti adalah benar narkotika jenis sabu-sabu.

Selanjutnya proses pemusnahan barang bukti sabu-sabu ini dilakukan dengan cara diblender dengan larutan air keras (air raksa), dan sebagian lagi dilarutkan kedalam larutan air keras dengan menggunakan ember besar hingga larut dan mencair dan selanjutnya dibuang ke dalam toilet.

Diakhir acara pemusnahan barang bukti dilakukan penandatanganan berita acara pemusnahan yang ditandatangani Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti, Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Anton Martin, perwakilan Kejari Inhil, Pengadilan Negeri Tembilahan, Pegadaian Tembilahan serta Penasehat Hukum. [izl]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00