PKM UNRI Taja Kumpas Tuntas Akal Sehat Presiden dan Wakil Priode 2019-2024

Politik  MINGGU, 17 MARET 2019 , 21:34:00 WIB | LAPORAN: AZMI KHAIRUL

PKM UNRI Taja Kumpas Tuntas Akal Sehat  Presiden dan Wakil Priode 2019-2024
RMOLRiau. BEM Universitas Riau melalui Kementerian Sosial Politik mempersembahkan sebuah dialog politik bertajuk 'Game Change'. Game Change (Perubahan Permainan) adalah Dialog Politik yang menghadirkan Tim Kampanye Nasional (TKN) tim sukses nomor urut 01 dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) tim sukses nomor urut 02. Tujuan diadakan acara ini diharapkan agar kita dapat melihat gebrakan besar yang nantinya akan dibawa oleh masing-masing bakal capres dan cawapres melalui timsesnya.

Dengan menggaet sejumlah penelis ternama yang ahli dibidangnya, Game Change yang bertema "Menyongsong Akal Sehat Demi Indonesia yang Berdaulat dari Kampus untuk Indonesia", akan dilaksanakan pada Senin dan Selasa, 18-19 Maret 2019 mendatang.

Pada Senin (18/03) pukul 08.00 WIB di PKM Gobah Universitas Riau akan dilaksanakan Dialog Politik "Kupas Tuntas Akal Sehat Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024". Dialog tersebut akan dihadiri oleh beberapa panelis, yaitu Raya Desmawanto (Ketua Umum Relawan Jokowi Center Indonesia), Kapitra Ampera (Tokoh Partai Pendukung Jokowi-Ma'aruf Amiin), Miftah Sabri (Jubir BPN Prabowo-Sandiaga), Faldo Maldini (Tokoh Partai Pendukung Prabowo-Sandiaga), Darmayuda (Pengamat Ekonomi Provinsi Riau), dan Randi Andiyana (Presma BEM Universitas Riau).

Keesokan harinya pada Selasa (19/03) pukul 08.00 WIB di Rektorat Lt.4 Universitas Riau akan diadakan acara Saserahan Energi "Menyongsong Asa Kedaulatan Energi dari Riau untuk Indonesia". Panelis yang akan hadir diantaranya yaitu Dr.Marwan Batubara (Pengamat Energi Nasional), Drs. H. Syamsuar, M.Si (Gubernur Riau), Ahmiyul Rauf (Pengamat Energi Riau), drg. Ugan Gandar (Aktivis Kedaulatan Energi), Muhammad Baron (Manager Institutional Relation PT. Pertamina), dan Eka Armas Pailis (Akademisi).

"Agenda Game Change ini kita laksanakan berdasarkan bahwa politik hari ini masih belum memperlihatkan gagasan, ide ataupun solusi yang ditawarkan oleh calon Presiden dan calon Wakil Presiden secara gamblang sehingga masyarakat masih bingung untuk menentukan pilihan. Hari ini juga terlihat bahwa masyarakat terpecah karena adanya perbedaan pandangan politik. Hal ini terjadi karena fanatisme yang terjadi di antara pendukung 01 maupun 02". Tutur M. Hafiz Ona Hadi Putra terkait acara tersebut. [rls]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00