Prof Sujianto: Saya Difitnah Media Online FH”

Politik  RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 10:07:00 WIB | LAPORAN: AZMI KHAIRUL

Prof Sujianto: Saya Difitnah Media Online FH”

Prof Dr H Sujianto (Wakil Rektor II Universitas Riau)

RMOLRiau. Wakil Rektor II Universitas Riau Prof Dr H Sujianto merasa kesal dengan ulah sebuah media online berinisial FH” yang menudingnya terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan beberapa proyek pembangunan di Universitas Riau. Media ini cari sensasi, membuat berita tanpa konformasi, dan merusak nama baik saya,” ujarnya kepada sejumlah wartawan media profesional di Pekanbaru, Selasa (27/11).

Yang dimaksud Sujianto ialah berita yang dimuat pada Senin (12/11) yang menyatakan bahwa, dirinya dituding terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan proyek pembangunan Gedung B Rumahsakit Unri senilai Rp 50 milyar di tahun 2015. Kemudian Prof Sujianto dituding menggagalkan lelang pengadaan alat laboratorium terpadu senilai Rp 50 milyar. Posisi Sujianto libat dalam posisinya sebagai pengguna anggaran.

Tidak itu saja, media online pendatang baru ini juga menuding sepihak bahwa Prof Sudjianto terlibat dalam kasus proyek pemeliharaan waduk praktikum Fakultas Perikanan dan Kelautan, yang roboh, dan merugikan Rp 227 juta. Prof Sujianto juga dituding terlibat pada kasus penyimpangan proyek semenisasi jalan masuk Unri Kampus Panam tahun 2018 senilai Rp 1,5 milyar yang katanya merugikan negara rp 350 juta.

Semua itu fitnah, saya tak pernah diwawancarai. Ini merusak nama baik saya, dan membunuh karakter saya. Mereka menulis tanpa mengindahkan kode etik jurnalistik dan UU Pers No 40/ 1999,” ujarnya.

Menurut Sudjianto, media online itu telah menebar berita bohong, sebab pada tahun 2015 dia tidak menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (PPK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dia menjelaskan, bahwa batalnya proyek pengadaan alat laboratorium, karena memang tidak sesuai antara rencana dengan dokumen kontrak. Begitu juga dalam kasus pembangunan RS Unri, saya bukan PPK, dan laporan yang saya terima, bahwa hasil audit BPK menyatakan proyek itu clear (bersih).

Jadi saya nyatakan, untuk kegiatan lain pun yang dibeberkan secara membabi-buta oleh media itu, saya tidak terlibat. Saya tak tau apa-apa, bahkan saya pun tak tahu, siapa pelaksana proyek itu,” ujarnya.

Menurut Prof Sujianto, dia baru menjabat KPA sejak 10 September 2018 menggantikan Prof Aras Mulyadi, yang kebetulan masa jabatannya sebagai Rektor Unri telah habis.

Prof Sujianto minta media online ini mengklarifikasi kekeliruan berita ynag telah memuatnya dan merugikan nama baik dia dan keluarga. Dia juga sedang mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran kode etik dan UU Pers, untuk dikonsultasikan dengan pengacaranya. [izl]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00