Tiga Anggota SPS Riau Ikuti WAN IFRA Media Awards 2018 di Hong Kong

Ekbis  JUM'AT, 09 NOVEMBER 2018 , 12:45:00 WIB | LAPORAN: AZMI KHAIRUL

Tiga Anggota SPS Riau Ikuti WAN IFRA Media Awards 2018 di Hong Kong
RMOLRiau. Tiga perusahaan pers anggota Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau mengikuti Asian Digital Media Awards 2018 yang diselenggarakan World Association of Newspaper and News Publishers (WAN-IFRA) di Hong Kong, Kamis (8/11/18).

Hajatan yang digelar WAN IFRA Asia itu berlangsung selama tiga hari, 7-9 November, diikuti ratusan perusahaan pers dari lebih 40 negara di Asia. "SPS Riau memang mendapat undangan resmi dari WAN IFRA. Tahun 2018 ini, sudah dua kali diundang. Waktu WAN IFRA di Bali sebanyak 14 perusahaan pers anggota SPS Riau yang berangkat. Sedangkan hajatan WAN IFRA di Hong Kong ini diikuti tiga perusahaan pers anggota SPS Riau, yakni Riau Pos, Tribune Pekanbaru dan goriau.com," ungkap Ketua SPS Riau H Zulmansyah Sekedang, Jumat (9/11/2018).

Beberapa tahun terakhir, perusahaan pers anggota SPS Riau selalu berpartisipasi aktif mengikuti acara WAN IFRA, baik yang dilangsungkan di dalam negeri seperti di Bali, maupun yang diselenggarakan di mancanegara seperti di Bangkok-Thailand (2015), Washington DC-Amerika Serikat (2016), Kuala Lumpur-Malaysia (2017) dan Hong Kong (2018).

"Kegiatan WAN IFRA ini selalu memberikan inspirasi, motivasi dan tambahan wawasan serta pengetahuan bagi owner dan pimpinan perusahaan pers," jelas Zulmansyah.

Banggakan Indonesia
Dalam ajang Asian Digital Media Awards 2018, Kompas.com dan Kompas.id mendapat penghargaan yang membanggakan media digital Indonesia. Kompas.com membawa pulang satu penghargaan perunggu dari kategori "Best Branded Content Project" untuk film pendek (short movie) berjudul Bersama Lebih Lama (A Little Longer). Project film pendek ini bisa ditonton di sini.

Sementara, penghargaan emas  diterima dari kategori "Reader Revenue Initiative" yang diraih oleh Kompas.id. Kompas.id adalah proyek inisiatif website resmi dari harian Kompas yang berbayar. Disebut reader revenue karena Kompas.id menerapkan langganan digital berbayar untuk subscriber atau pelanggan yang mendaftar.

Kompas.id merupakan upaya meluaskan pembaca harian Kompas di dunia ke ranah digital melalui langganan berbayar yang telah dilakukan sejak tahun 2017. Saat ini, banyak media digital lain di Indonesia sebagian besar memilih bebas akses dengan model bisnis mengandalkan pemasukan iklan website atau berbasis ads revenue, Kompas.id mengambil terobosan untuk memilih model bisnis berbasis pelanggan atau reader revenue. [izl]

Komentar Pembaca
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 13:00:00