Puncak Kompe Diresmikan Sebagai Destinasi Wisata Kampar

Pariwisata & Budaya  SENIN, 05 NOVEMBER 2018 , 18:44:00 WIB | LAPORAN: BOY RIZA UTAMA

Puncak Kompe Diresmikan Sebagai Destinasi Wisata Kampar

Puncak Kompe di wilayah Koto Mesjid, Kampar.

RMOLRiau. Puncak Kompe di wilayah Koto Mesjid, Kampar, menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Riau. Berlokasi di tepi Jalan Raya Riau--Sumatra Barat, Puncak Kompe diresmikan sebagai destinasi wisata Kampar pada 1 September 2017, bertepatan dengan 10 Zulhijah atau Lebaran Haji 1428 H.

Menurut Mushelmi selaku pengelola sekaligus koordinator lapangan objek wisata Puncak Kompe kepada RMOLRiau, Sabtu (3/11/2018), di antara kelebihan destinasi ini adalah akses yang mudah. Terpantau, jalur ke lokasi memang tak terlampau jauh dari jalan raya atau hanya sekitar 200 meter jika berjalan kaki.

"Kemudian (kelebihannya, red), parkir di sini gratis. Hanya pungutan awal itu saja. Spot foto juga lebih banyak," kata pria yang akrab disapa Ocu Mus itu seraya menyebut bahwa biaya masuk ke lokasi ini sebesar Rp10.000 sebagaimana rata-rata harga karcis di lokasi wisata serupa.

Di wilayah Koto Mesjid sendiri, ada enam objek wisata serupa Puncak Kompe dan salah satu yang terkenal lainnya adalah Ulu Kasok. Mushelmi menambahkan, sekitar tiga bulan silam, pihaknya ikut mewakili pengelola Puncak Kompe dalam kegiatan festival kebudayaan di Bangkinang. Acara yang digelar di ibukota Kabupaten Kampar itu ditaja oleh Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudbar) Kampar.

Mushelmi menerangkan, sejauh ini lokasi wisata Puncak Kompe mendapat bantuan corporate social responsibility (CSR) dari PLN Kampar untuk kelistrikan. Namun, meski memiliki penerangan, Puncak Kompe hanya buka hingga pukul 18.00 WIB tiap harinya. Aktivitas di Puncak Kompe sendiri mulai berdenyut sejak dibuka pada pukul 07.00 WIB.

"Sementara ini, belum ada bantuan dari pemerintah (Kampar) sehingga masyarakat memulai semuanya secara mandiri. Modal pertama itu kami nyumbang Rp100 ribu per kepala, menggelar gotong royong bersama membersihkan lokasi ini sampai jadi tempat wisata seperti sekarang," aku Mus yang dalam SK Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjabat sebagai keamanan.

Tanah yang menjadi lokasi wisata ini, sebut Mus, merupakan sewaan dengan pembagian hasil retribusi, yaitu 15 persen untuk pemilik dan sisanya bagi pengelola. Mus sendiri dibantu 21 anggota lain untuk mengelola Puncak Kompe.

"Perputaran ekonomi di sini dari  kunjungan sebulan 2.000 orang kira-kira (menghasilkan) Rp20 juta sebulan," ungkapnya.

Dia menuturkan, kunjungan wisatawan ke Puncak Kompe lumayan besar. Tak hanya pelancong lokal atau Indonesia pada umumnya, turis mancanegara pun juga pernah berkunjung ke Puncak Kompe. Bahkan, dari Rusia.

"Orang Rusia itu camping di sini, usai piala Dunia kira-kira. Turis Malaysia, Pakistan, dan lain-lain juga pernah ke mari," papar Mus seraya menambahkan jika para wisatawan mancanegara itu mengetahui Puncak Kompe dari promosi pelancong asal Riau dan juga dari panduan tur wisata.

Di lokasi, terlihat makanan olahan ikan patin juga dijajakan oleh para pelapak. Mus mengakui itu dan menyebut bahwa dirinya pun berasal dari wilayah Kampung Patin, Kampar, sehingga masakan olahan dari patin, yang menjadi khas daerah tempat tinggalnya itu, juga disediakan di Puncak Kompe.

Di sisi lain, Mus dan rekan-rekannya terus menambah sarana dan wahana di lokasi wisata Puncak Kompei, di antaranya membangun 1.000 anak tangga ke pulau Qeis, yang terhampar di seberang Puncak Kompei. Pembangunan itu mendapat bantuan CSR PLN Kampar.

"Harapan kami, bantuan juga datang dari pemerintah," kata Mus sambil menambahkan bahwa salindia (slide) tentang wisata Puncak Kompe akan ditampilkan pada Riau Expo 2018, yang berlangsung pada pekan ini.

Puncak Kompe sendiri sudah memiliki laman (website) sendiri dan akun Instagram sebagai bentuk promosi. [rht]

Komentar Pembaca
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

Warga Pulau Pari Minta Sulaiman Dibebaskan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 13:00:00